Minggu, 21 Juni 2020
Jumat, 15 Mei 2020
"Hubungan yang tidak Allah ridhoi mengetuk Pintu Hatiku untuk menggapai Hidayah-nya"
"Kisah ku dimulai pada bangku SMK, ketika itu aku berjanji tidak akan pacaran lagi ketika aku masuk perkuliahaan, dikarenakan pada masa itu aku masih trauma karena pernah dekat dengan juniorku dibangku SMK."Aku memberikan, perhatian lebih untuknya, tapi respectnya dia biasa saja kepadaku, sampai ketika aku mau lulus dari smk, aku berusaha memberikan kenang-kenangan berupa jam tangan, bagiku ketika smk itu jam tangan yang kubelikan harga sangat mahal, aku berusaha menabung dari uang jajanku selama itu, ketika aku memberikan kepadanya, dia hanya bilang "Terimakasih" dan lepas pergi. "Entah, aku bingung apa dia tipe laki-laki yang pemalu atau cuek, perasaanku lega ketika dia menerima jam pemberiaan dariku." Aku sangat senang ketika keesokan harinya dia memakai jam tangan dariku, tapi yang membuatku kesal dia masih cuek padaku." Dan tibalah acara perpisahan dari sekolah, biasanya di smk ku ketika ada acara perpisahan, semua junior diikusertakan hadir untuk meramaikan acara, dan disana teman-temanku menikmati acara perpisahan, kecuali aku, kenapa dengan ku?? " Sungguh aku kecewa, dikarenakan dia tidak hadir dalam acara tersebut untuk menemuiku dan memberi ucapan perpisahan padaku."Dan dari kejadian itu, aku mulai tidak mau menaruh perasaan terhadap laki-laki''.
"Ketika, aku mulai masuk di dunia perkuliahan, aku berjanji tidak mau jatuh cinta lagi dan pacaran, aku hanya ingin mementingkan perkuliahanku saja, dikampus aku hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu, ketika teman ku mengajak nongkrong, aku lebih banyak memilih pulang, .untuk beristirahat dirumah, kadang kala, aku melihat temanku yang pacaran, kenapa mereka bisa sebahagia dan seromantis itu pada pasangannya, sedangkan aku dulu ketika smk baru deket aja sudah sering dikecewakan". "Sampe- sampe temanku bertanya kepadaku, lu gak punya pacar? terus ku jawab enggak, dan dia bertanya lagi, emang kenapa ga punya pacar? terus gue jawab, yah gapapa". dan dia cuma bilang "Ohh gitu". Mungkin mereka heran, kenapa ini anak kuat enggak pacaran, dan enggak merasa bosen, apa mungkin dibenak mereka aku enggak laku kali ya". Lalu ketika akhir semester 1 , aku mulai mencoba mengikuti organisasi, mulai dari situ aku mulai mempunyai teman dari bermacam prodi yang berbeda, dan mulai diriku tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu lagi.
"Nah, mulai dari situ lah aku dipertemukan oleh seseorang yang membuat aku mulai mempercayai laki-laki, jujur dari semester 1-3 aku tidak pacaran dan tidak dekat dengan laki-laki siapun itu, sekalipun aku punya kontak hp laki-laki diperkuliahan ku itu hanya teman ku dikelas, dan kami juga kontakan hanya untuk menanyakan materi atau tugas yang ada selama diperkuliahan. Jadi, aku mulai dekat dengan laki-laki ketika di organisasi, ketika bidang ku membuat acara workshop, dari situ aku , dan teman-temanku berusaha untuk mencari orang-orang yang minat mengikuti workshop tersebut.. beberapa hari kemudian aku dan temanku pergi ke lembaga , untuk mengecek siapa saja yang sudah mendaftar untuk acara tersebut, setelah dicek, memang sih masih sedikit pesertanya, lalu ada seseorang laki-laki yang duduk dan tangannya sambil diperban, aku enggak kenal sama dia,"tiba-tiba dia menghampiriku, dan meminta formulir untuk mengikuti acara tersebut, lantas aku kasih ke dia, " ketika, itu dia berkata, " Aduh, tangan gue diperban enggak bisa ngisi formulir nih." Disitu aku bener-bener cuek banget, masa bodoh, enggak memperdulikan dia. " Ketika itu, temanku bilang samil teriak, "Woii, itu kan acara bidang lu, lu kan lagi butuh peserta, itu tolong isiin formulir dia, dan dia itu kader kita", seketika itu aku kaget, dan berkata dalam hati, kader? kok perasaan aku ga pernah lihat orang itu, dan aku sambil berkata didalam hati, ini anak nyusahin aku banget, kalo bukan acara aku, males banget gue isiin formulirnya." Dan aku bilang, dengan wajah jutek, sini gue isiin, dan akhirnya aku isiin deh tuh, tanpa ngeliat mukanya sama sekali, ehh dan tiba-tiba dia bilang " Ka boleh aku bantuin sebar brosurnya? Sejenak gue diem kan, dan ngomong dalem hati.." Caper banget nih anak, kenal juga enggak padahal", Terus temen aku nyeletuk "uda biarin aja dia bantuiin, kasih aja brosurnya", langsung deh aku kasih tuh brosur banyak banget."Ketika aku lihat, dari kaca lembaga, iya sih dia nyebarin ke anak kampus yang lewat lembaga,dengan tangan diperban, entah kenapa gue tiba-tiba senyum sendiri.
"Lalu, Acara workshop dimulai, panitia menghubungi peserta yang belum dateng, entah junior itu belum dateng, jujur aku males ngechat, yah demi acara bidang aku, aku ngechat tapi enggak dibales dia tuh, beberapa kemudian dia dateng, terus aku bilang" buru isi daftar absensi peserta, acara uda mau mulai nih , terus dia jawab. iya ka". Sebelum acara workshop dimulai, aku disuruh sambutan sama ketua bidang , sumpah aku takut dan gemeteran banget tuh, waktu disuruh ngomong, tapiakhirnya aku ngomong sambil megang mic gemeteran, dan sih junior itu ngeliat aku sambutan dan sambil ngetawaiin , dalam hati, aku kesel banget sama ini junior asli. "Setelah itu acara workshop dimulai, entah aku bingung banget selama acara workshop dari kaca ruangan, aku ngeliatin dia mulu, dan sampai acara kelar , aku ga bisa ikut rapat evaluasi, karna harus kerumah sodara aku ada acara tahlilan, terus itu junior chat aku, "Kok. kakak ga ada dikampus? aku jawab, iya pulang duluan ada acara, tahlilan drmh sodara, nah dari mulai acara tersebut dia ngechatin aku mulu, dari ngucapin selamat pagi, selamat malam, dan sampe" dia manggil aku dengan sebutan kasay" Kakak sayang" , terus di chat gue sempet nanya, lu manggil gue kasay, emang lu ga punya pacar, terus dia bilang enggak punya ka, terus dia nanya balik aku, kakak punya pacar, terus aku bilang enggak. Kata temen aku hati-hati lu nanti cuma dimainin aja sama junior . Waktu itu aku punya tugas kelompok wirausaha, nah dikelompok aku itu jualan keripik, ntah tiba" aku pengen ngasih keripik ke dia, besok kannya aku chat dia, lu ada dimana, aku duduk ditangga loby ka, kebetulan aku lagi dilembaga, lembaga dengan tangga loby deket orang depannya, tiba-tiba aku ngasih dia keripik , tapi pas ngasih keripik aku deg"an , terus bilang ini buat lu, terus dia bilang ngapain sih ka repot", tterus kata dia makasi ya ka, terus aku langsung kabur ke lembaga, takut temen aku liat .. terus dia tiba-tiba chat, bilang makasi ka. Terus tanggal 18 gue inget banget, dia nelpon gue nembak gue ditelpon, dia bilang suka sama gue semenjak, formulirnya diisiin, tapi gue belum jawab karna gue kaget banget dia nembak aku kan, terus aku bilang nanti jawabannya, aku jawab di chat, nah terus aku langsung telpon temen bilang , dia nembak aku, terus kata temen aku ya terima aja, jalanin aja dulu. Dan, akhirnya aku terima tuh dia, tapi dia harus nembak aku secara langsung di kampus besok."
''Dan keesokan harinya, dia nungguin aku kelar kampus, dan ketemuaan diloby, ehh ternyata dia langsung nembak aku didepan loby, dia langsung nganterin aku pulang, dia enggak mau mampir tadinya karena malu, akhirnya aku paksa, selama ini laki-laki yang aku kenalin ke orang tua dan ajak kerumah dia aja, terus dia pulang, terus mama introgasi aku panjang lebar dan cuma pesan, kalo suatu saat ninggalin kamu, kamu jangan sedih, seketika aku kepikiran kata mama, dan berusaha positive thinking. Hari terus berlalu dia mulai akrab dengan bapak, mama dan keluarga besar , sering kerumah dan ikut acara keluraga, dan aku merasa yakin kalau dia bakal serius, dan orang tua aku juga mulai setuju banget sama dia. Pergi kekampus bareng dan pulang juga bareng, banyak kenagan yang dilalu bersama tidak bisa disebutkan satu persatu, dulu gue sangat mencintainya. Kenangan yang masih gue ingat ialah ketika aku jalan ke puncak bersamanya dan pada waktu itu hujan angin, gue sangat takut , sampe nangis diatas motornya dan dia berusaha menenagkanku, dan dia minta maaf karena mengajakku ke puncak ketika ada hujan angin, lalu satu lagi kenangan yang paling gue ingat ialah, saat dia sakit di kosannya, gue jam 12 malam dan ayah gue datang ke kosaannya, untuk mengantar makanan dan obat, aku sungguh sedih melihat keadaanya ketika sakit , dan kenangan nongkrong diwarkop nenek.
"Aku udah menjalin hubungan dengannya hampir 2 tahun, tapi foti gue enggak pernah dipajang disosmednya dan aku tidak pernah dikenalkan ke orang tuanya, hanya kenal dengan adik keduanya secara langsung, sering berantem dengannya karena dia tidak pernah siap untuk mengenalkan aku pada orang tuanya, aku juga bingung ada apa dengannya, terkadang juga aku slika cemburu kepadanya. Hubungan kita mulai renggang ketika aku magang diperusahaan Bumn akhir November 20I8, dia mulai tidak menjemputku magang, aku berfikir dia sibuk, lalu aku merass kesal padanya, dan bilang kamu berubah, kenapa kamu cuek sekarang - dan disitu mulai konflik dengannya, dan aku mulai diputusin lewat telpon, dia selalu menyalahkanku ketika putus, sampe-sampe aku nangis ditempat magang, sampe karyawan liatin aku semuanya, salah apa diriku sampe diputusin padahal aku enggak selingkuh, seketika semua sosmed diblokir, ntah seminggu atau sebulan dia tiba-tiba chat , ngajak ketemu ditempat makan yang selama ini aku pacaran sama dia, kita disana pesan makanan, dan dia megang tanganku sambil bilang maaf kita enggak bisa lanjut karna dia mau fokus dakwah dan kuliah, dan dia bilang enggak ngekos lagi. Aku shock nahan nangis, dan enggak nafsu makan sama sekali, dan aku mau balikin cincin yang dia kasih, dan dia bilang gausa simpen aja, barang yang dari dia juga simpen aja, dia nganterin aku sampe depan gang rumah dan enggak mau mampir.
"Setelah sampe rumah , aku nangis dan ngerasa enggak terima diputusin kaya gitu, sampe beberapa hari kemudian aku, dateng ke kosannya dan shock dikosannya ada motormya. Dan ibu kosnya kaget ngeliat aku, dan bilang kenapa uda lama banget enggak main kesini, ternyata ibu kosnya enggak tau kalo diriku putus sama dia, pas aku samperin keatas ternyata dia masih ngekos, aku langsung nangis dan marah-marahin dia, dan disitulah diriku tau alesan dia ninggalin aku karna selingkuh, aku ambil hpnya dan dia uda manggil chat-an syayang sama cewek lain , dan ku hafalin nama ceweknya, setelah itu aku enggak kuat, akhirnya pulang dan ibu kosnya manggil " Kenapa pulang buru-buru", dan ku bilang" Gapapa bu", sambil nahan nangis. Dari kosan sampe rumah diriku pulang jalan kaki, ku kira dia bakal ngejar ternyata enggak. Dan sampe rumah aku nangis, malemnya aku dm tuh cewek selingkuhannya, dan cewek itu mala ngejelek- jelekin diriku, dan tuh mantan mala ngomelin diriku, ngebelain itu cewek, padahal dia bilang kalo cewek selingkuhan itu sepupunya, dan dari mulai itu diriku bener-bener lost contact sama dia.
"Dan mulai awal desember 2018 aku sakit-sakitan sampe sakit magh karena kepikiran dia, mana disitu diriku lagi nyusun proposal skripsi, sampe temen ngasihdukungan , dan orang tuaku belum tau kalo aku putus sama dia, dan aku cuma nutupin kalo hubungan baik-baik aja sama dia dan ku bilang, dia sibuk dan orang tua , tau aku putus sama dia bulan februari, yah gimana yah ortu uda deket sama dia, ada rasa kehilangan juga. pertengahan januari diriku sempro, ada rasa bahagia dan juga ada rasa sedih, dulu dia mau ngedampingin aku disetiap sidang tapi mala nyatanya berkehendak lain. Setelah menjalani sempro lalu proses bimbingan skripsi, gue uda jarang banget dikampus dan enggak pernah ngeliat dia, Sampe ku tanya ketemennya dia, dia masih kuliah enggak? temennya bilang "Masih ko ka, tapi pindake kelas malem", entah kenapa uda terlalu benci tapi masih ngerasa pengen lihat dia, akhirnya aku mutusin buat bimbingan setiap selasa sore biar pulang malem, padahal bisa bimbingan hari jumat siang, setiap bimbingan ku balik malem terus kadang nunggu depan loby kampus, kadang sambil mesen ojol, aku ngeliat ke pager kampus, tapi enggak ada, itu tempat tongkrongan dia disana tapi enggak ketemu-ketemu". Entah bulan apa aku lupa driku ketemu dia, di tangga loby, diriku abis ngobrol sama temen aku mengenai masalah skripsi , abis itu diriku bengong tiba-tiba dia dateng, aku kaget terus disitu diriku mau pulang, kata dia aku laper, ayo ikut makan aja nanti aku anterin pulang, dengan berat hati aku ikut, akhirnya makan di tempat nasi goreng, dan kita enggak ngomong banyak, abis itu dia nganterin pulang, seperti biasa dia nganterin didepan gang, entah kenapa dulu saat masih pacaran, setiap solat selalu ngedoain dia sampe putus pun masih ngedoain dia yang baik-baik. Dan saat suasana lebaran, aku silahtuhrahmi kerumah ibu kosnya, ngebawaaiin kue, diriku bener-bener minta maaf semenjak putus, enggak pernah main kerumahnya, ibu kosnya mala bilang, dia bilang ke ibu hubungan kalian berdua, baik-baik aja". terus aku bilang dia selingkuh bu, ibu kosnya bialng terkadang cowok suka khilaf, tapi ibu yakin kalian berdua masih cinta, dan ku bilang mungkin itu enggak bakal terjadi bu."
"Lalu, bulan juli aku dirawat di rumah sakit, mungkin karena stress, kecapean ngerjain skripsi dan apa-apa sendiri, selama dirumah sakit aku mikir, dia tau enggak ya diriku dirawat, terus aku mikir pasti dia juga enggak bakal peduli dan dateng, sampe aku pulang kerumah juga enggak dateng. Alhamdulillah diakhir bulan juli, skripsiku di acc dospem, dan ikut sidang skripsi pas bulan agustus, dan pada sidang skripsi bulan agustus, berjalan lancar, dan bodohnya aku masih ngarepin aja dia dateng padahal dia enggak dateng, mungkin emang bener-bener dia ngelupain aku lagi. Dan dibulan oktober kita kontekan lagi, dan kita jujur atas perasaan kita masing- masing, dan disitu kita mutusin buat balikan lagi, dan mulai dia main kerumah walaupun jarang- jarang, dan seneng bisa main kerumah ibu kos lagi bareng, dan aku mulai pakai kembali barang pemberiaan dia dulu, karena semenjak putus enggak pernah pake barang dia lagi. Ya kita ngejalanin pacaran kaya biasa dulu, dan cuma jarang ketemu. Tapi chatan masih terus, suatu saat pas ketemu aku bilang, " Kamu bisa kan dateng ke wisuda aku desember? Dia jawab "Iya insyaallah bisa". Dia juga minta maaf waktu itu enggak bisa dateng ke sidangku. Pas h-1 gue mau wisuda diriku sakit, dan Tukang make up rias wisuda aku ngebatalin, tambah panik aja aky, ehh tiba-tiba dia dateng kerumah, dan nemenin diriku buat belanja make up wisuda dan aku juga beliin baju batik buat dia dateng ke acara wisudaku. Abis belanja mampir kerumah ibu kos, dan disitu ngerasa seneng banget bisa ketawa-ketawa lagi sama dia.
"Dan keesokan harinya wisuda, aku wisuda siang, nunggu dia lama banget, akhirnya dia dateng, dan akhirnya kita bareng-bareng ke wisuda , sama keluargaku, rasanya seneng banget bisa wisuda ditemenin dia sama keluargaku, dari dulu aku mengharapkan kehadirannya, setelah kelar acara wisuda kita makan bareng keluarga ku. Satu hari itu moment paling bahagia banget seumur hidupku, sampe dimobil mau pulang aku ngerasa seneng banget bisa sama dia. Dan bulan januari 2020 ulang tahun, dia enggak bisa dateng kerumah gue, karena banjir rumahnya. Udah beberapa hari semenjak wisuda dia enggak dateng lagi, aku agak sedikit kesel dan mulai berantem lagi, dan tanggal 10 Januari 2020 diputusin lagi, alesannya aku yang salah, diriku diputusin pas lagi dibusway, mau berangkat interview kerja , dan dia tumben enggak ngeblokir, disitu masih chatan sama dia, dan aku merasa janggal kenapa diputusin lagi , ketika buka twitter, twitterku diblokir sama dia, dan aku pake akun twitter sepupu buat cek twitternya dia, dan difollowersnya dia ada cewek baru lagi, dan aku chat dia lagi nanya alesan dia mutusin ternyata karna dia selingkuh, akhirnya aku mutusin buat blokir dia dan gamau berhubungan lagi sama dia, dan ternyata aku dm ig itu cewek, ternyata mereka uda pacaran, asli aku nyesek banget gila, dan tiba- tiba aku ketemu akun sosmed mantan gue, dan dia masang foto berdua cewek barunya, pake batik dari diriku yang pas wisuda, nyesek enggak sih kalian ngalamin posisi kaya gue? padahal selama pacaran dia enggak pernah pasang foto aku disosmednya. Aku langsung dong kontak ceweknya dan bilang tolong jangan pake barang pemberiaan dari saya lagi, apalagi kalo, dipake jalan sama kamu", aku tau caraku salah, cuma ngerasa enggak ikhlas aja , tuh cowok enggak punya hati banget."
"Ternyata mamaku, tau foto itu ketika mamaku buka sosmednya , dan muncul sosmednnya dia, dan dia sudah foto dengan cewek lain, dan akhirnya orang tuaku ngasih support ke gue, . " Dan, disitu aku kaya berasa dapet hidayah, allah kaya enggak pernah ngeridhoin hubunganku dengan orang lain yang belum halal bagiku, dan allah nunjukkin kalo aku kaya gitu terus aku bakal kecewa, makanya aku ngerasa banget allah sayang banget sama diriku, walaupun dikecewaiin dengan cara gitu buat menyadarkan aku kalo diriku salah, ibaratanya bukan dia yang salah, aku juga salah disini, dan mulai dari situ aku mulai mengikhlasknnya secara perlahan dan ngerubah diri mulai dari ibadah , sikap dan lebih menjaga diri terhadap lawan jenis, jujur sekarang aku enggak merasa sepi, galau dan bimbang kaya dulu, dan gue juga udah janji sama kedua orang tua gue, kalo gue enggak bakal pacaran, dan bakal siap untuk menikah tanpa harus pacaran lagi, jika ada orang yang serius untuk mengajak ke jenjang pernikahan insyaallah aku siap. Dan sekarang gue tidak trauma untuk mengenal laki-laki lagi, jika mereka mengajak untuk pacaran, gue udah tidak mau lagi, lebih baik kita berteman saja. Karena gue yakin, allah akan memberikan yang terbaik jika kita merubah diri kita lebih baik ke jalan allah wt.
Dan disini aku cerita bukan buat menjatuhkan orang lain, cuma ngeshare dari setiap pengalaman diriku, atau orang lain yang mau diceritakan ceritanya.
Pengalaman cerita yang aku tulis, buat menyadarkan kita yang masih pacaran, agar segera meninggalkan pacarnya, dan jangan terlalu mencintai manusia terlalu dalam , tapi allah lah yang patut kita cintaijika dia mencintaimu seharusnya dia siap menikahimu, bukan terus mengajakmu main-main dengan kemaksiaatan. Yakinlah bahwa Allah swt telah memberikan pasangan yang terbaik, rezeki yang terbaik, untuk kita yang tertulis di lauhul mahfudz. Entah lebih dulu Jodoh atau Maut yang menjemput kita terlebih dahulu.
Mrs. Cap
Langganan:
Komentar (Atom)